Selamat pagi siang sore malam..
Kali
ini iseng” mengumpulkan artikel tentang BSOD(Blue Screen Of Death) dari
beberapa sumber yang kemudian dirangkum seperlunya, karena saya sendiri
bisa dikatakan belum pernah bertemu dengan BSOD jadi kurang tahu menahu
tentang BSOD :D
Menurut Wikipedia, Blue Screen of Death (BSOD, Bahasa Inggris: Layar Biru Kematian), atau kadang disebut "layar biru" (bluescreen) saja adalah istilah populer untuk layar yang ditampilkan Microsoft Windows ketika mengalami kesalahan sistem (atau disebut stop error oleh Microsoft). BSOD milik Windows NT, 2000, XP, atau Vista biasanya lebih serius daripada Windows sebelumnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya BSOD ini. Diantaranya driver peralatan yang tidak bagus, kesalahan memori, registry yang rusak atau penggunaan file DLL yang tidak cocok. Berbagai bentuk BSOD terdapat pada seluruh sistem operasi Windows sejak Windows 3.1. BSOD merupakan pengganti black screen of death (layar hitam kematian) yang muncul pada OS/2 dan MS-DOS.[1] Dalam versi awal dari Windows Vista juga terdapat red screen of death atau layar merah kematian, yang digunakan pada kesalahan boot loader.
Well, kita mulai saja..
1. IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)
Pesan ini biasanya lebih sering muncul dibanding pesan yang lainnya (kata orang sih gitu). Mengindikasikan
bahwa proses kernel-mode atau driver mencoba mengakses lokasi di memori
namun tidak mempunyai permission (ijin), atau pada kernel IRQL
(interrupt request level) yang terlalu tinggi. Proses kernel-mode hanya
bisa mengakses proses-proses lain yang mempunyai IRQL kurang dari atau
sama dengan miliknya sendiri. Pesan kesalahan ini disebabkan umumnya kerena ada ketidakcocokan driver yang terinstall di komputer. Daftar penyebabnya adalah :
- masalah driver yang bentrok atau tidak cocok
- masalah video card yang mencakup video card yang di overclock melebihi batas atau anda baru berganti video card dan anda belum menguninstall driver Video card lama dari chipset berbeda
- masalah audio card yang meliputi kesalahan konfigurasi atau bug dalam driver sound card
- setting BIOS yang kurang tepat
Solusinya mungkin bisa dengan cara..
- kemungkinan muncul setelah menginstall driver, system service, ataupun firmware yang salah. Jika
pesan Stop memberikan daftar nama driver, disable, hapus, atau roll
back (mengembalikan driver ke versi yang bekerja dengan baik) driver
yang salah tersebut. Jika men-disable atau menghapus driver
menyelesaikan masalah, hubungi manufaktur device (hardware) yang
bermasalah untuk kemungkinan update driver yang tersedia.
- Pesan
Stop ini juga mungkin terjadi karena hardware yang rusak atau
bermasalah. Jika pesan Stop menunjukkan sebuah kategori device tertentu
(video atau disk adapter, contohnya), coba lepas atau ganti hardware
tersebut untuk menentukan apakah benar hardware tersebut sumber
masalahnya.
- Jika
anda mengalami pesan Stop ini ketika meng-update Windows XP menjadi
sp1, 2, ataupun 3, kemungkinan permasalahan terjadi akibat driver yang
tidak kompatibel, system service, scanner virus, atau backup. Untuk
mencegah hal ini, sebelum melakukan update Windows, konfigurasi hardware
Anda menjadi seminim mungkin fiturnya, dan hapus semua driver
third-party (tambahan) dan sistem servis (termasuk antivirus). Setelah
update Windows selesai, hubungi manufaktur hardware Anda untuk
mendapatkan update yang kompatibel dengan versi service pack (sp)
Windows XP Anda.
- Cara terakhir cobalah mereset setting-an BIOS Anda menjadi seperti semula.
2. NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0X00000023)
Masalah berada di partisi atau filesystemnya tetapi bukan di harddisknya, ada masalah didalam Ntfs.sys.
Solusinya :
- Bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel SATA atau PATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk. SCSI
yang malfungsi dan hardware ATA (Advanced Technology Attachment) atau
driver dapat juga mempengaruhi kemampuan sistem untuk membaca dan
menulis ke dalam disk dan menyebabkan error. Jika menggunakan harddisk
SCSI, cek kabel dan masalah perhentian (termination problem) antara
kontroler SCSI dan disk. Cek secara berkala Event Viewer untuk pesan
error yang berhubungan dengan SCSI atau FASTFAT di dalam System Log atau
Autochk di Application Log (Klik kanan pada My Computer, pilih Manage,
pada bagian Computer Management – System Tools pilih Event Viewer).
- Cek
tool yang biasa Anda gunakan untuk memonitor sistem Anda secara terus
menerus (seperti antivirus, program backup, atau program disk
defragmenter) apakah sudah kompatibel dengan Windows XP Anda. Beberapa
disk atau adapter ada yang dipaketkan dengan software diagnosa yang bisa
Anda gunakan untuk melakukan test hardware. Cara untuk melakukan test
harddisk atau integritas volume : Metode 1: 1. Buka command prompt
(Start – Run – ketikkan cmd) 2. Jalankan tool Chkdsk, yang akan
mendeteksi dan mencoba untuk me-resolve struktur sistem file yang
corrupt, dengan mengetikkan pada command prompt : chkdsk drive: /f
Metode 2: 1. Klik ganda My Computer dan pilih harddisk yang ingin dicek.
2. Pada menu File, pilih Properties. 3. Pilih tab Tools. 4. Pada bagian
box Error-checking, klik Check Now. 5. Pada Check disk options, centang
Scan for and attempt recovery of bad sectors. Opsi Automatically fix
file system errors dapat juga dicentang. Jika volume yang Anda pilih
sedang digunakan, sebuah pesan akan muncul dan menanyakan apakah akan
menunda disk error checking sampai Anda me-restart komputer. Setelah
restart, disk error checking akan berjalan dan volume yang sedang dicek
tidak akan dapat digunakan selama proses berlangsung. Jika Anda tidak
bisa me-restart komputer karena error, gunakan safe mode atau Recovery
Console. Jika Anda tidak menggunakan sistem file NTFS, dan partisi
sistem diformat dengan sistem file FAT16 ataupun FAT32 (File Allocation
Table), informasi LFN (Long File Name) dapat hilang jika tool harddisk
dijalankan melalui command prompt MS-DOS. Command prompt yang muncul
ketika menggunakan startup floppy disk atau ketika menggunakan pilihan
command prompt dalam sistem multiple boot yang menggunakan partisi FAT16
atau FAT32 dengan Microsoft Windows 95 OEM Service Release 2 (OSR2),
Microsoft Windows 98, atau Microsoft Windows Millenium Edition (Me) yang
terinstall. Jangan gunakan tool sistem operasi lain untuk partisi
Windows XP.
- Memori
nonpaged pool mungkin terkuras yang dapat menyebabkan sistem untuk
berhenti. Anda bisa menyelesaikan masalah ini dengan menambah RAM, yang
akan meningkatkan kuantitas dari memori nonpaged pool yang tersedia
untuk kernel.
3. UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)
Bila
anda mendapatkan pesan seperti ini, dapat disebabkan karena overclock
hardware yang berlebihan, komponen komputer yang kepanasan, BIOS yang
korup, dan memory dan CPU yang cacat.
4. DATA_BUS_ERROR
Pesan ini disebabkan karena adanya kemungkinan bahwa memory atau slot memory di motherboard rusak, bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk.
Solusinya :
- Ganti hardware yang rusak :D
5. PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA (0×00000050)
Disebabkan
karena adanya kerusakan hardware, termasuk memory utama, memory video
card, atau memory di processor (L2 Cache), serta software yang tidak
kompatibel.
Solusinya:
- Jika
Anda memasang hardware baru sebelum terjadi error, lepas dan gantilah
dengan hardware baru untuk menentukan apakah hardware tersebut yang
menyebabkan kerusakan ini. Anda juga dapat menjalankan software diagnosa
yang disuplai oleh manufaktur hardware Anda untuk mengecek apakah
hardware Anda rusak atau tidak.
- Pesan
Stop 0×00000050 dapat terjadi setelah menginstall driver yang salah
atau system services. Jika sebuah nama file disebutkan, cobalah
men-disable, menghapus, atau roll back drivernya. Disable servis atau
aplikasi dan pastikan hal ini menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk
menghubungi manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia.
Jika driver baru tidak tersedia, coba gunakan driver dari alat yang
mirip. Misalnya, printer model 1100C menyebabkan pesan Stop 0×00000050,
gunakan driver printer untuk model 1100A atau model 1000.
6. INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE (0X0000007B)
Disebabkan
karena adanya kesalahan dalam konfigurasi jumper harddisk yang salah,
virus boot sector, driver IDE controller yang salah, atau kesalahan
driver chipset. Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows
apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition.
Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang
cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan
file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek
settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang
melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang
tidak kompatibel dengan Windows.
Solusinya :
- Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windows-nya.
7. VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE (x000000B4)
Kesalahan
terjadi pada instalasi driver video card yang kurang sempurna, restart
pada saat instalasi atau juga dapat terjadi karena kesalahan dalam
instalasi driver dan ada konflik dengan hardware grafis (parallel or
serial port).
Solusinya :
- Masuk
ke Safe Mode lihat apakah masalah teratasi, jika teratasi, silahkan
meng-upgrade driver graphi card terbaru, jika masih gagal, kemungkinan
disebabkan oleh kartu grafis dan port paralel, buka “System Properties”
di hardware -> Device Manager, double-klik LPT1 port untuk
menghubungkan untuk print item tersebut, dalam “resource tab”
hilangkan/unselect “use automatic configuration”, kemudian “input I / O
range “of” 03BC “to” 0378″
8. BAD_POOL_CALLER (0X000000C2)
Kesalahan
ini dapat terjadi karena kesalahan atau driver yang tidak kompatibel.
Sering terjadi saat melakukan instalasi XP dari upgrade, atau bukan dari
instalasi baru.
Solusinya :
- Coba lepas hardware yang bermasalah / cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.
- Cabut RAM, tukarkan/pindah-pindahkan slot-nya.
9. PEN_LIST_CORRUPT
Pesan ini disebabkan karena adanya kerusakan RAM
10. MACHINE_CHECK_EXCEPTION (x0000009C)
Disebabkan
oleh cacatnya hardware(memori, CPU, bus, power supply), atau yang di
overclock secara agresif, serta power supply yang kekurangan daya atau
rusak.
Solusinya :
- Jika overclocking, frekuensi CPU asli ?? (Qing Xiang) akan memeriksa hardware.
11. KMODE_EXCEPTION_NOT_HANDLED (0×0000001E)
Pesan
Stop 0×0000001E mengindikasikan bahwa kernel Windows XP mendeteksi
sebuah instruksi prosesor ilegal atau yang tidak diketahui. Penyebab
pesan Stop ini 0×0000001E mirip dengan penyebab pesan Stop 0×0000000A,
yaitu karena pelanggaran akses dan memori yang tidak valid. Biasanya
error-handler (pengendali error) default dari Windows XP akan mengatasi
masalah ini jika tidak terdapat error-handling routines didalam kode
instruksi yang dijalankan.
Solusinya mungkin bisa dengan cara..
- Pesan
Stop 0×0000001E umumnya terjadi setelah meng-install driver yang rusak
atau system service, atau mungkin juga ada masalah pada hardware
(seperti memori dan konflik IRQ). Jika pesan Stop memberikan daftar nama
driver, disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi
yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika men-disable
atau menghapus driver menyelesaikan masalah, hubungi manufaktur device
(hardware) yang bermasalah untuk kemungkinan update driver yang
tersedia.
- Jika
pesan Stop mencantumkan file Win32k.sys, sumber kerusakan kemungkinan
adalah program “remote-control” third-party. Jika program sejenis itu
terinstall, Anda mungkin bisa me-disable-nya melalui safe mode. Jika
tidak, gunakan Recovery Console untuk secara manual menghapus file
system service yang menyebabkan masalahnya.
- Permasalahan
juga dapat disebabkan karena firmware yang tidak kompatibel. Kebanyakan
masalah ACPI (Advanced Configuration and Power Interface) dapat
diperbaiki dengan mengupdate firmware dengan yang terbaru.
- Kemungkinan
lain karena ruang disk yang tidak mencukupi ketika menginstall aplikasi
atau menjalankan fungsi tertentu yang membutuhkan memori lebih. Anda
bisa menghapus file-file yang tidak dibutuhkan untuk mendapatkan ruang
disk. Gunakan Disk Cleanup untuk menambah ruang disk. Melalui Recovery
Console, hapus file temporari (file dengan ekstensi .tmp), file-file
cache Internet, file backup aplikasi, dan file .tmp yang dihasilkan oleh
Chkdsk.exe atau Autochk.exe. Anda juga bisa memilih untuk menginstall
aplikasi di harddisk yang lain yang memiliki ruang lebih atau bisa juga
memindahkan data dari harddisk yang penuh ke harddisk yang memiliki
ruang lebih.
- Pesan
Stop ini juga mungkin disebabkan oleh kebocoran memori (memory leak)
dari aplikasi atau servis yang tidak me-release memori dengan benar.
Poolmon (Poolmon.exe) membantu Anda mengisolasi komponen yang
menyebabkan kebocoran memori kernel. Untuk informasi lebih lanjut
mengenai penanganan kebocoran memori lihat Microsoft Knowledgebase
artikel Q177415 (http://support.microsoft.com/kb/177415) : “How to Use Poolmon to Troubleshoot Kernel Memory Leaks” dan Q298102 (http://support.microsoft.com/kb/298102) : “Finding Pool Tags Used by Third Party Files Without Using the Debugger”.
12. MISMATCHED_HAL (0×00000079)
Menunjukkan
bahwa HAL (Hardware Abstraction Layer) dan tipe kernel komputer tidak
cocok. Error ini sering terjadi ketika setting firmware ACPI dirubah.
Contohnya, Anda mungkin meng-install Windows XP di komputer X86-based
dengan opsi enable pada ACPI firmware di-enable-kan dan kemudian Anda
disable-kan. Error ini dapat juga terjadi ketika file konfigurasi yang
tidak cocok antara single dan multi-processor di-copy-kan ke sistem.
Solusinya :
- Muncul
ketika sistem menggunakan file Ntoskrnl.exe atau Hal.dll yang sudah
out-of-date (kadaluarsa). Hal ini dapat terjadi setelah perbaikan manual
dengan meng-copy-kan file yang tidak tepat ke sistem. Error ini dapat
juga terjadi ketika menggunakan file yang tidak cocok, seperti meng-copy
multi-processor HAL ke dalam sistem yang menggunakan kernel
single-processor (atau sebaliknya). Kernel dan file HAL untuk sistem
single-processor dan multi-processor disimpan di dalam CD Windows XP
Professional dengan menggunakan dua nama yang berbeda. Sebagai contoh,
single-processor dan multi-processor masing-masing memiliki file
Ntoskrnl.exe dan Ntkrnlmp.exe.
- Jika
mengalami pesan ini setelah mengganti setting firmware, restore-lah
setting asli Windows XP Professional. Karena sistem yang menggunakan
ACPI HAL mengabaikan penugasan IRQ yang berada di firmware, maka Anda
hanya bisa mengubah setting IRQ secara manual untuk sistem non-ACPI
(Standard PC HAL). Beberapa sistem X86-based menyediakan opsi untuk
mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi ACPI. Untuk meng-enable dan
men-disable ACPI, Anda harus mengubah setting firmware dan meng-install
ulang Windows XP-nya karena perlu perubahan registry dan file sistem
yang sangat banyak, Anda diharuskan melakukan Setup lagi (installasi
dengan jalan upgrade tidak akan berhasil).
13. ATTEMPTED WRITE TO READONLY MEMORY (0x000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Tidak beda jauh dengan yang nomor 1 diatas.
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Tidak beda jauh dengan yang nomor 1 diatas.
Solusinya :
- Apabila
nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau
driver tersebut (rolling back the driver) dan cari driver yang sesuai
dengan Operating System-nya.
14. DRIVER POWER STATE FAILURE (0X0000009F)
Tidak
cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver
atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan
“hibernasi”.
Solusinya :
- Apabila
nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau
driver tersebut (rolling back the driver) atau coba men-disable
“Windows’ support for power management”.
15. DRIVER UNLOADED WITHOUT CANCELLING PENDING OPERATIONS (0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah Attempted Write To Readonly Memory, bisa lihat masalah tersebut diatas.
16. DRIVER USED EXCESSIVE PTES (0X000000D)
Lihat pada masalah No More System PTEs.
17. HARDWARE INTERRUPT STORM (0X000000F2)
Masalah
timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk
“melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena
masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena
adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.
18. KERNEL DATA INPAGE ERROR (0X0000007A)
Masalah
timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca
atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad
sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.
19. KERNEL STACK INPAGE ERROR (0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.
20. KMODE EXCEPTION NOT HANDLED (0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.
21. NO MORE SYSTEM PTES (0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Solusinya :
- Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:I
·Buka Registry Editor.
·Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management
·Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
·Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
·Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya.
·Buka Registry Editor.
·Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management
·Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
·Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
·Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya.
22. STATUS IMAGE CHECKSUM MISMATCH (0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.
Solusinya :
- Dapat
menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk
mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP
Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang
Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery
untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah
mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan
permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup
dilakukan.
- Jika
pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual
dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan
mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16
atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows
98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses
hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.
23. STATUS SYSTEM PROCESS TERMINATED (0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.
24. UNMOUNTABLE BOOT VOLUME (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”
25. UNABLE TO LOCATE DLL (0 X00000135)
Disebabkan oleh sebuah file yang telah hilang atau rusak, atau kesalahan registri.
Solusinya :
- Jika
dokumen tersebut hilang atau rusak, biasanya blue screen akan
menampilkan informasi nam file yang berkaitan, anda dapat mencari
computer network atau dokumen lain yang sesuai, dan meng-copynya ke
folder Sistem SYSTEM32 subfolder. Jika blue screen tidak menunjukkan
nama file, kemungkinan kerusakan berada pada registry, gunakan System
Restore.
26. THREAD STUCK IN DEVICE DRIVER (X000000EA)
Biasanya disebabkan oleh video card (VGA) atau disebabkan oleh driver-nya.
Solusinya :
- Install driver terbaru untuk video card anda, jika tidak, anda perlu mengganti VGA untuk checking jika kegagalan masih terjadi.
27. ACPI BIOS Error (x000000A5)
BIOS motherboard tidak mendukung/tidak support spesifikasi ACPI.
Solusinya :
- Jika
tidak ada file BIOS yang sesuai, maka dapat meng-instal-nya melalui CD
Windows 2K/XP, ketika muncul “press F6 if you need to install a
third-party SCSI or RAID driver” tekan tombol F7, jadi Windows akan
secara otomatis mencegah instalasi ACPI HAL, dan instalasi PC Standar
HAL.
28. Kernel Mode Exception Not Handled (x0000008E)
Kesalahan
pada kernel level aplikasi, tetapi Windows tidak menangkap kesalahan
prosesor. Biasanya kesalahan kompatibilitas hardware.
Solusinya :
Solusinya :
- Upgrade ke driver terbaru atau meng-upgrade BIOS.
29. NMI Hardware Failure (x00000080)
Disebabkan oleh hardware (Sepertinya ada kesalahan lblue screen dan hardware bond).
Solusinya :
- Jika
Anda baru saja memasang hardware baru, copot hardware-nya, ganti slot
dan kemudian coba install driver terbaru, jika masalah muncul stelah
update suatu driver, silakan kembalikan versi asli sebelumnya, untuk
memeriksa apakah ada pencemaran di Goldfinger memori dan kerusakan,
pemindaian virus, jalankan “chkdsk / r” untuk memeriksa dan memperbaiki
kesalahan disk, memeriksa semua hardware add-in card. Jika masih gagal,
hubungi perusahaan perbaikan komputer profesional dan minta bantuan.
30. System Thread Exception Not Handled(x0000007E)
Kesalahan
system process, tetapi Windows tidak dapat menangkap kesalahan
prosesor. Banyak penyebabnya, termasuk: kompatibilitas hardware, ada
masalah system driver atau system service, atau beberapa software.
Solusinya :
- Harap gunakan “Event Viewer” untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari akar penyebab kesalahan yang ditemukan.
31. Registry Error (x00000051)
kesalahan
system configuration manager atau kesalahan manajer karena hard disk
itu sendiri memiliki kerusakan fisik atau file system, sehingga di dalam
register file membaca input / output erorr.
Solusinya :
- Gunakan “chkdsk / r” untuk memeriksa dan memperbaiki kesalahan disk.
32. FTDISK Internal Error (x00000058)
Kegagalan karena kesalahan driver utama.
Solusinya :
- Pertama
coba restart komputer untuk melihat apakah dapat menyelesaikan masalah,
Jika tidak, coba “Last Known Good Configuration” untuk menyelesaikan.
33. Critical Service Failed (x0000005E)
Awal yang sangat penting untuk mengidentifikasi sistem yang disebabkan.
Solusinya :
- Jika
Anda baru saja memasang hardware baru, copot hardware-nya, lalu buka
Internet untuk memeriksa daftar apakah hardware itu kompatibel dengan
Windows 2K/XP, dan kemudian restart komputer Anda, jika blue screen
muncul, gunakan “Last Known Good Configuration” ,jika gagal, dianjurkan
untuk memperbaiki atau re-install.
34. Session3 Initialization Failed (x0000006F)
Error ini biasanya muncul pada Windows startup, biasanya muncul pertanyaan driver atau kerusakan yang timbul dari sistem file.
Solusinya :
- Direkomendasikan bahwa penggunaan CD instalasi Windows untuk memperbaiki instalasi sistem.
35. Process Has Locked Pages(x00000076)
Dikarenakan driver pada penyelesaian input / output.
- Solusinya :
Langkah pertama: Klik Start -> Run: regedt32, cari [HKLM \ SYSTEM \ Currentcontrol Set \ control \ session manager \ memory management], double-byte value di sisi kanan “TrackLockedPages”, nilai 1.Langkah Kedua: Jika blue screen lagi, maka pesan kesalahan akan menjadi: STOP: 0x0000000CB (0xY, 0xY, 0xY, 0xY) DRIVER_LEFT_LOCKED_PAGES_IN_PROCESS salah satu dari keempat “0xY” akan muncul nama driver yang menjadi masalah, repair atau uninstall driver yang muncul.Langkah ketiga: Untuk masuk ke registri, hapus “TrackLockedPages” yang sudah ditambahkan tadi.
Multiple IRP Complete Request (stop code 0 x00000044) Biasanya disebabkan oleh driver perangkat hardware.
Langkah pertama: Klik Start -> Run: regedt32, cari [HKLM \ SYSTEM \ Currentcontrol Set \ control \ session manager \ memory management], double-byte value di sisi kanan “TrackLockedPages”, nilai 1.Langkah Kedua: Jika blue screen lagi, maka pesan kesalahan akan menjadi: STOP: 0x0000000CB (0xY, 0xY, 0xY, 0xY) DRIVER_LEFT_LOCKED_PAGES_IN_PROCESS salah satu dari keempat “0xY” akan muncul nama driver yang menjadi masalah, repair atau uninstall driver yang muncul.Langkah ketiga: Untuk masuk ke registri, hapus “TrackLockedPages” yang sudah ditambahkan tadi.
Multiple IRP Complete Request (stop code 0 x00000044) Biasanya disebabkan oleh driver perangkat hardware.
- Uninstall driver yang baru diinstal.
36. RDR File System (x00000027)
Penyebab
kesalahan ini sulit untuk dinilai, tetapi “out of Windows memory
management problem” kemungkinan akan menyebabkan munculnya stop code
ini.
Solusinya :
- Jika disebabkan karena memory management, meningkatkan/upgrade memori (RAM) akan memecahkan masalah.
Selesaii… pusing deh bacanya :D
No comments:
Post a Comment